di pintu langit
Kata Pengantar
Bupati Banyuwangi
Ipuk Fiestiandani Azwar Anas
Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, saya menyambut dengan gembira terbitnya buku puisi yang diinisiasi oleh Komite Bahasa dan Sastra Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi ini. Antologi ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan potret jiwa dan napas zaman yang ditulis oleh para penyair Banyuwangi dari berbagai latar, generasi, dan pengalaman hidup, yang selama ini aktif menghidupkan ruang-ruang literasi dan kebudayaan kita. Banyuwangi dikenal sebagai “Bumi Blambangan”, tanah dengan kekayaan tradisi, bahasa, dan seni yang luar biasa. Di tengah derasnya perubahan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi, kehadiran buku puisi ini menjadi pengingat bahwa akar budaya harus terus dipelihara. Puisi-puisi di dalamnya merekam denyut kehidupan masyarakat: tentang cinta dan rindu, tentang alam dan lingkungan, tentang sejarah dan tokoh-tokoh lokal, juga tentang kegelisahan sosial serta doa- doa yang dipanjatkan secara lirih di sudut-sudut kampung, pesantren, dan kota.
Saya memandang antologi ini sebagai ruang pertemuan pen- ting antara tradisi dan modernitas. Di satu sisi, para penyair DKB mengolah khazanah local bahasa Using, legenda, tokoh religius, dan pengalaman keseharian warga, sebagai sumber ilham kreatif. Di sisi lain, mereka menyapanya dengan cara pandang kekinian, membawa isu-isu kemanusiaan, keber- lanjutan lingkungan, hingga wajah zaman digital ke dalam larik-larik puitik. Perjumpaan inilah yang menjadikan buku ini relevan, baik bagi generasi muda maupun pembaca lintas usia.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, saya me- nyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penyair, editor, perancang, dan segenap pengurus Dewan Kesenian Blambangan yang telah bekerja dengan penuh de- dikasi hingga buku ini dapat hadir di tangan pembaca. Kerja kreatif seperti ini selaras dengan upaya kita menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten yang tidak hanya maju se- cara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kuat dalam karak- ter, berbudaya, dan berperadaban. Saya berharap, antologi puisi ini dapat dimanfaatkan secara luas untuk menjadi bahan bacaan di sekolah dan kampus, menjadi rujukan kegiatan komunitas literasi dan sanggar seni, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menulis, berkarya, dan menyuarakan pikiran dengan cara yang santun dan kreatif. Semoga buku puisi ini menjadi salah satu penanda penting perjalanan sastra Banyuwangi, sekaligus menyemai harapan baru bagi lahirnya lebih banyak karya dan penulis dari Bumi Blambangan.
Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada Komite Ba- hasa dan Sastra Dewan Kesenian Blambangan atas penerbit- an buku ini. Semoga ikhtiar kecil yang dirajut dengan cinta pada bahasa, sastra, dan Banyuwangi ini menjadi amal baik, menguatkan jati diri daerah, serta menginspirasi kita semua untuk terus mencintai literasi dan kebudayaan.
Ipuk Fiestiandani Azwar Anas
Banyuwangi di Hari Jadi, 18 Desember 2025
Postingan Terbaru
Analisis Filologis dan Semiotik Syair Kembang Dermo dalam Ritual Seblang Banyuwangi
Kembang Dermo merupakan salah satu syair yang dinyanyikan dalam rangkaian rit...
Selasar Jejarak Perkuat Ruang Dialog dan Kreativitas Sastra di Banyuwangi
Selasar Jejarak Perkuat Ruang Dialog dan Kreativitas Sastra di BanyuwangiBANYUWA...
DKB Beri Masukan untuk Musik Pengiring BEC 2026 Bertema Perang Bayu
BANYUWANGI – Persiapan pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 terus di...
Diskusi Hallyu Banyuwangi Bahas Strategi Budaya Lokal Menuju Pengaruh Global
BANYUWANGI, 12 Mei 2026, Diskusi bertajuk “Hallyu Banyuwangi: dari Festival ke I...
Tokoh Media dan Budaya Banyuwangi Berpulang, Agusta Tinggalkan Jejak di Dunia Jurnalistik Lokal
BANYUWANGI, 12 Mei 2026 — Dunia jurnalistik Banyuwangi kembali diselimuti duka....
Menteri Hukum Serahkan Surat Pencatatan KI Komunal ke Kabupaten Banyuwangi
Menteri Hukum Serahkan Surat Pencatatan KI Komunal ke Kabupaten BanyuwangiDalam...